Home / blog / Kehidupan Cacing Tanah

Kehidupan Cacing Tanah

Kehidupan Cacing Tanah

Kehidupan Cacing Tanah ini mungkin anda akan mendelik geli, atau bahkan merasa jijik membayangkan bentuk yang  memanjang dan berlendir. Bentuk cacing ini memang kurang menyenangkan, dan hidup di tanah memang membuatku terkesan jorok. Tapi, mari kita berkenalan lebih jauh mungkin anda akan berubah pendapat setelah itu.

Bentuk tubuh cacing ini memang terlihat sederhana, layaknya spesies lain dari kelas Annelida ( Binatang bergelang), gelang atau segmen ditubuhku bisa jadi petunjuk dimana kelaminku berada, dan menjadi pembeda antar spesies. Secara kelas Annelida terbagi menjadi dua, cacing tanah yang miskin bulu termasuk ke dalam kelas Oligochaeta sedang cacing laut yang biasanya memiliki banyak bulu termasuk ke dalam kelas Polychaeta.

 cacing

Ditubuh cacing biasanya ada penebalan (citellum), yang menjadi pembeda antar spesies. Cacing tanah memang terdiri dari banyak spesies, ada sekitar 7000 spesies, tapi yang lazim anda temui adalah jenis Helodrilus caliginosus (cacing kebun), Helodrilus foetidus (cacing merah), Lumbricus terrestris (cacing malam) dan Lumbricus rubellus.

Cacing ini tinggal di tanah, makan dan berbiak tergantung tanah. Jika membicarakan masalah kelamin, cacing tanah ini adalah binatang hermaprodit atau berkelamin dua. Tapi, bukan berarti cacing bisa kawin dengan diri sendiri. Itu mustahil. Kalau pun bisa, anda pasti setuju itu sungguh tak menyenangkan. Makanya aku tetap butuh pasangan. Salah satu dari kami akan mengeluarkan kokon berisi telur-telur yang kemudian menjadi cacing tanah baru.

Sekarang aku akan bercerita tentang tanah sebagai tempat tinggal cacing ini. Perkembangan tekhnologi membawa manusia terlena dengan penggunaan bahan sintetis untuk menyuburkan tanah secara cepat, namun, tanpa disadari kualitas tanah lama kelamaan akan menurun dan jauh dari sifat aslinya. Kalian seharusnya memperlakukan tanah seperti aku, menjaga kondisi aslinya dan mempertahankannya dengan cara alami, bukan memaksa tanah dengan menambahkan unsur-unsur kimia sintetis dengan harapan bisa membuat tanaman lebih subur. Tapi, akhirnya malah merusak kandungan alami tanah. Pupuk sintetis memang memberikan unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan, bahkan bisa sangat spesifik. Namun tidak baik untuk kondisi tanah dan organisme di dalamnya.Padahal tanah adalah salah satu unsur kehidupan penting, karena mengandung banyak unsur yang diperlukan untuk hidup oleh banyak makhluk. Bahkan menurut ahli mikrobiologi dalam secangkir massa tanah akan ditemukan organisme yang jumlahnya bisa melebihi jumlah manusia di planet bumi.

Tapi, tak semua jenis tanah cacing suka. Banyaknya  bahan organik akan menjadi pertimbanganku untuk memilih tempat tinggal, karena ini berhubungan dengan ketersediaan makanannya. Selain itu cacing ini lebih senang tanah yang memiliki derajat keasaman netral, kandungan garam rendah, lembab, hangat (sekitar 21ºC) serta tata udaranya baik.Kadang kamu bisa menemukan cacing di lapisan atas tanah, tapi terkadang pada lapisan yang dalam. Sesama cacing tanah juga punya kebiasaan hidup ada yang hidup di permukaan tanah pada serasah dedaunan (epigeic), ada pula yang hidup di kedalaman 10-30 cm tanah (endogeic) serta yang hidup vertikal sampai kedalaman satu meter (aneceic).

Cacing tanah
Cacing tanah adalah nama yang umum digunakan untuk kelompok Oligochaeta, yang kelas dan subkelasnya tergantung dari penemunya dalam filum Annelida.
Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32.Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.
Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16.Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan.Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.

Aktivitas antimikroba
Cacing tanah merupakan makhluk yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat menghadapi invasi mikroorganisme patogen di lingkungan mereka.Penelitian yang telah berlangsung selama sekitar 50 tahun menunjukkan bahwa cacing tanah memiliki kekebalan humoral dan selular mekanisme. Selain itu telah ditemukan bahwa cairan selom cacing tanah mengandung lebih dari 40 protein dan pameran beberapa aktivitas biologis sebagai berikut: cytolytic, proteolitik, antimikroba, hemolitik, hemagglutinating, tumorolytic, dan kegiatan mitogenic.
Cairan dari selom foetida Eisenia Andrei telah diteliti memiliki sebuah aktivitas antimikroba terhadap Aeromonas hydrophila dan Bacillus megaterium yang dikenal sebagai patogen cacing tanah. Setelah itu diperoleh dua protein, bernama Fetidins, dari cairan selom cacing tanah dan menegaskan bahwa aktivitas antibakteri ini disebabkan karena fetidins.Lumbricus rubellus juga memiliki dua agen antibakteri bernama Lumbricin 1 dan Lumbricin 2. Baru-baru ini, dua jenis faktor antibakteri yang mempunyai aktivitas seperti lisozim dengan aktivitas hemolitik serta pengenalan pola protein bernama selom cytolytic faktor (CCF) telah diidentifikasi dalam foetida Eisenia cacing tanah.Lysenin protein yang berbeda dan Eisenia foetida lysenin-seperti protein memiliki beberapa kegiatan yang diberikan cytolytic hemolitik, antibakteri dan membran-permea bilizing properti.

Protein yang dimiliki oleh cacing tanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotik.Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh.Antibiotik membunuh mikroganisme biasanya dengan dua cara, yaitu dengan menghentikan jalur metabolik yang dapat menghasilkan nutrient yang dibutuhkan oleh mikroorganisme atau menghambat enzim spesifik yang dibutuhkan untuk membantu menyusun dinding sel bakteri.Sedangkan, mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat pori di dinding sel bakteri.Hal ini menyebakan sitoplasma sel bakteri menjadi terpapar dengan lingkungan luar yang dapat mengganggu aktivitas dalam sel bakteri dan menyebabkan kematian.Dengan cara ini, bakteri menjadi lebih susah untuk menjadi resisten karena yang dirusak adalah struktur sel milik bakteri itu sendiri.
Jadi itulah pentingnya fungsi gerakan dari cacing di dalam tanah, manfaat untuk kita banyak sekali juga sangat membantu untuk menyuburkan tanah. Selintas memang tidak berguna juga sangat menjijikan tetapi banyak sekali keuntungan untuk kita semua.Sekian artikel ini saya selesaikan karena keterbatasan kata-kata dan juga tentunya sudah mentok, sebelumnya saya minta maaf jika ada kata-kata yang kurang sopan maupun kurang baik, karena saya juga manusia bukanlah cacing tanah

Untuk informasi dan pemesanan produk Kehidupan Cacing Tanah, silahkan hubungi kami melalui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top